Usia Pengaruhi Motilitas Sperma.!! Benarkah?

Mengentalkansperma.com - Banyak yang menganggap bahwa pria dengan usia di atas 40 tahun tidak mampu membuahi sel telur istrinya. Hal ini dikarenakan kinerja atau motilitas sperma pria tidak mampu mencapai sel telur istri. Sehingga pria yang sudah mencapai umur 40 tahun kemungkinan besar tidak memiliki keturunan.

motilitas sperma, analisa sperma prodia,chasil tes sperma normozoospermia, morfologi spermaPasangan yang menginginkan kehhadiran dari seorang anak, namun terjadi masalah ketidaksuburan pada pria biasanya memilih menggunakan sperma donor. Namun, ada banyak pertimbangan sebelum menggunakan sperma donor, salah satunya adalah usia sang pendonor sperma. Itu yang terjadi di Inggris sampai saat ini.

Di Inggris, Usia tidak Pengaruhi Motilitas Sperma

Sejak peraturan mengenai anonimitas pendonor sperma dicabut, terjadi kenaikan rata-rata usia pendonor sperma. Sebuah presentasi di konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology menunjukkan bahwa rata-rata usia pendonor di Inggris naik dari 26 tahun menjadi 34 tahun.

Kemampuan pria tua sama saja dengan sperma pria yang lebih muda. Hal ini bisa dilihat dari analisis data dari 39.282 tabung In Vitro Fertilization (IVF) di antara tahun 1991 hingga 2012.

Pria yang lebih tua memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan pria yang lebih muda. Hingga usia 45 tahun, sperma pria yang diteliti tidak menunjukkan adanya masalah.

Para pendonor sperma pasti telah mengikuti kriteria pemilihan yang ketat untuk memastikan kualitas sperma mereka. Jadi, selama kualitas spermanya baik maka tidak ada masalah dengan kemampuannya membuahi sel telur.

Bahaya Memiliki Anak di Usia Lebih Dari 40 Tahun

Meski faktanya kemampuan motilitas sperma pria yang berusia di atas 40 tahun tetap bagus, tapi tetap saja ada resiko yang timbul bagi pria yang ingin memiliki anak di usia tua. Beberapa penelitian menemukan masalah kesehatan yang serius pada anak yang lahir dari ayah yang berusia di atas 30 tahun, yaitu gangguan autisme dan skizophrenia.

Penyebabnya adalah setelah usia 30 tahun, level testosteron berkurang 1% tiap tahunnya. Selain itu, DNA pada sperma pria tua rentan terjadi kerusakan sehingga beresiko terhadap kesehatan bayinya.

Sebuah penelitian menemukan kasus, jika wanita dan pria menikah sekitar atau diatas 35 tahun, ada kemungkinan anaknya akan terkena down syndrome. Penyebabnya kemungkinan besar adalah sperma dari ayah yang telah mengalami kerusakan.

Penelitian lain menemukan anak yang lahir dari ayah berusia 45 tahun atau lebih memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah. Lalu, anak yang lahir dari pria berusia 55 tahun atau lebih, memiliki kecenderungan bipolar disorder (jenis penyakit psikologi yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrim) pada usia antara 20 hingga 24 tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai School of Medicine New York, juga menemukan anak yang lahir dari pria berusia 40-an, memiliki resiko terkena autisme enam kali lebih besar. Lalu, penelitian lainnya, anak yang lahir dari ayah yang berusia 50 tahun atau lebih, tiga kali lebih beresiko terkena skizophrenia.

Alangkah Baiknya Jangan Memiliki Anak Jika Sudah mencapai Usia 40 Tahun

Sebenarnya memang tidak ada batasan usia bagi setiap pasangan untuk memiliki keturunan. Namun, mengingat kondisi sistem tubuh yang tentu akan berbeda saat sudah memasuki usia tua, maka ada baiknya untuk tidak memiliki anak jika sudah berusia di atas 40 tahun. Resiko kerusakan DNA bisa membuat keturunan Anda menderita gangguan autisme, down syndrome, bipolar disorder dan skizophrenia.

Meski resiko itu biasanya muncul pada pria usia tua tapi tidak ada salahnya jika Anda selalu menjaga kualitas sperma. Cara terbaik untuk mendapatkan kualitas sperma yang bagus adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Selain itu, produk herbal dari kami juga bisa membantu Anda memiliki kualitas sperma yang bagus.

Obat Herbal Memberbaiki Kualitas Sperma Buruk

Semen Booster adalah obat herbal untuk mengatasi masalah sperma encer, berbahan herbal yang mampu mengentalkan air mani dan meningkatkan kesuburan pria. Obat sperma encer Semen Booster dibuat dengan menggabungkan berbagai ekstrak tanaman herbal esensial yang membantu mengentalkan air mani dan secara konstruktif meningkatkan fertilitas pria.

Komposisi unik dari beberapa tumbuhan herbal dapat meningkatkan kesehatan seksual secara keseluruhan dan meningkatkan libido pria. Obat sperma encer Semen Booster mengentalkan air sperma saat ejakulasi dan memberi Anda lebih banyak kenikmatan selama orgasme. Anda bisa merasakan semburan air mani yang kuat, banyak dan kental setiap kali ejakulasi.

Demikianlah sedikit uraian mengenai motilitas sperma, yang intinya adalah usia tidak menjadi sebab utama kerusakan motilitas sperma. Hanya saja jika pria yang menginginkan anak, sedangkan ia sudah mencapai usia 40 tahun keatas maka alangkah keinignan ini di gagalkan saja.

Sebab menurut penelitian, jika nanti lahir seorang anak, dikhawatirkan anak tersebut nanti akan mengalami down syndrome, atau autisme, ataupun penyakit lainnya yang berbahaya bagi kesehatan anak itu sendiri. Namun hal ini bisa di tangani jika Anda rutin mengkonsumsi herbal Semen Booster, sebab herbal ini mempunyai khasiat untuk mengatasi masalah itu semua.

Bagikan

Update Terkait

Copyright © . MengentalkanSperma.com
Powered by Quick Cart | |

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 2471-7757-81 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 135-00-1469455-6 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 0458898966 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 5895-01-029997-53-7 atas nama AHMAD FANANI